Yang terbaik menurut diri, belum tentu terindah menurut Dia.
Yang sempurna adanya, belum tentu menjanjikan kebahagiaan.
Setiap hati, pernah tergores luka.
setiap maaf, pernah tertidur dalam dada.
Untuk sebuah perasaan yang tumbuh begitu dalam, ikhlas melepaskannya sangat berat.
Namun satu hal yang pasti, menit terus berjalan.
dari masa lalu, diri ditemukan arah masa depan.
Haikal, seorang anak lali-laki yang tumbuh dalam nilai-nilai islam, harus memilih antara cointa yang semu atau yang tak lekang oleh waktu.
Bisakah Haikal mengatasi masalah hidupnya?
Atau dia semakin terbenam dalam labirin yang tak berujung.
Hamas Syahid, aktor muslim kelahiran Bengkulu, 11 Maret 1992. Pemuda kelahiran Bengkulu ini menetap di Surabaya dan merupakan sulung dari empat bersaudara. Pada tahun 2016, ia memperoleh peran utama dalam film yang diadaptasi dari novel karya Helvy Tiana Rosa, Ketika Mas Gagah Pergi the Movie (KMGP) dan pada 2017 mendapat peran yang sama dalam film Duka Sedalam Cinta.Karena Aku Memilih-Mu adalah cerita fiksi pertama yang ditulis oleh Hamas yang terbit berdekatan dengan rilis film terbarunya, The Power of Love.